Roy Ahmad: Forum CSR Daerah Gorontalo Utara, Hanya Ada di Kertas Tanpa Aksi Nyata

  • Bagikan
Roy Ahmad
banner 468x60

Pressure.co.id, Gorontalo Utara – Roy Ahmad, pemerhati sosial yang dikenal kritis di Gorontalo Utara, tak segan melontarkan kritik tajam terhadap Forum CSR Daerah yang dinilainya hampir tidak memiliki eksistensi nyata di tengah masyarakat. Forum yang seharusnya menjadi kekuatan besar untuk menciptakan sinergi antara sektor dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat, justru terkesan tidak berfungsi dan hanya menjadi formalitas belaka.

“Forum CSR ini hampir tidak pernah terlihat perannya di lapangan. Mereka hanya muncul saat ada penyerahan mobil ke pemerintah daerah, itupun hanya untuk menciptakan kesan ada aksi sosial. Setelah itu, masyarakat tidak tahu lagi ke mana aliran dana CSR tersebut. Ini sudah sangat memalukan,” ujar Roy dengan nada kecewa. Senin (27/01/2025)

Roy menegaskan, kehadiran Forum CSR Daerah seharusnya bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam hal kesejahteraan sosial dan penanggulangan bencana yang semakin sering melanda Gorontalo Utara. Namun, kenyataannya, Forum ini lebih banyak ‘hanya ada di atas kertas’ tanpa ada aksi nyata yang terasa oleh rakyat.

“Dana CSR itu seharusnya digunakan untuk program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Bukan untuk membangun citra atau sekadar menyerahkan bantuan mobil ke pemerintah. Forum CSR harus menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang nyata, bukan hanya untuk formalitas semata. Jangan hanya saat ada bencana atau masalah besar, baru terdengar kabar tentang bantuan. Itu bukan CSR, itu hanya pencitraan!” kritik Roy tegas.

Roy juga mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Gorontalo Utara memiliki kewajiban moral dan sosial untuk memperhatikan lingkungan sekitar. “Dana CSR itu bukan milik pemerintah, tapi milik rakyat. Kalau perusahaan besar hanya peduli pada keuntungan tanpa peduli pada kesejahteraan sosial, lalu apa gunanya keberadaan mereka di sini? Pemda harus tegas mengatur agar dana CSR digunakan untuk program sosial yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Roy menuntut agar Pemerintah Daerah Gorontalo Utara segera mengevaluasi kinerja Forum CSR Daerah. “Jika Forum ini tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik, jangan ragu untuk mengganti pengurusnya. Kami tidak butuh Forum yang hanya ada untuk kegiatan seremonial, kami butuh Forum yang bergerak, yang benar-benar membawa perubahan positif. Jangan sampai masyarakat terus dipermainkan dengan slogan kosong,” desak Roy dengan tajam.

Pemerintah daerah, menurut Roy, harus serius mengelola dana CSR dan menjadikan perusahaan sebagai mitra dalam membangun daerah, bukan hanya sebagai pencari keuntungan. “Jika forum ini tidak bisa berbuat banyak, lebih baik dibubarkan saja. Tidak ada gunanya mempertahankan forum yang hanya untuk kepentingan segelintir orang dan tidak membawa manfaat untuk masyarakat,” pungkas Roy.

Eksistensi Forum CSR Daerah Gorontalo Utara kini semakin dipertanyakan. Di tengah krisis dan bencana yang sering melanda, Forum yang seharusnya menjadi ujung tombak tanggung jawab sosial perusahaan ini malah terlihat ‘mangkrak’. Masyarakat, bersama dengan para pemerhati, terus mendesak agar Forum ini benar-benar berfungsi dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan daerah. (BYP)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copy Paste Tidak Diizinkan!