Pressure.co.id, Gorontalo Utara, 30 Desember 2024 – Momentum akhir tahun membawa kabar baik bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gorontalo Utara. Dana sertifikasi untuk 845 guru dipastikan cair sebelum pergantian tahun. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gorontalo Utara, Dr. Irwan Abudi Usman, M.Pd, menyebut ini sebagai hasil perjuangan kolektif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk DPRD Gorut dan masyarakat.
“Alhamdulillah, dana sertifikasi ini menjadi hadiah akhir tahun bagi para guru. Terima kasih kepada Ketua DPRD, Ketua Komisi III, dan anggota DPRD lainnya yang telah menunjukkan komitmen tinggi untuk memperjuangkan nasib guru,” ujar Irwan dengan penuh apresiasi.
Proses pencairan dana kini berada pada tahap akhir. Standing Instruction (SI) telah diserahkan ke Bank Sulut Cabang Kwandang, dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) telah diterbitkan. Irwan memastikan bahwa dana akan masuk ke rekening guru sebelum 1 Januari 2025.
“Jumlah penerima yang besar, yakni 845 orang, memerlukan verifikasi mendalam oleh Bank Sulut. Kami mengapresiasi kerja keras mereka dalam memastikan proses ini berjalan lancar,” tambahnya.
Irwan juga memberikan penghargaan kepada elemen masyarakat, termasuk penghuni grup diskusi ‘Kase Bae Gorut,’ yang konsisten menyuarakan isu-isu pendidikan.
“Keterlibatan semua pihak menunjukkan bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah kunci dalam memperjuangkan hak-hak guru. Ini adalah pencapaian bersama yang patut kita banggakan,” ujarnya.
Lebih jauh, Irwan berharap agar semangat kolektif ini terus dijaga, terutama untuk menyelesaikan tantangan lainnya, seperti pengangkatan ASN PPPK yang masih menjadi prioritas di tahun mendatang.
“Kami optimis tahun 2025 akan membawa lebih banyak kebijakan yang berpihak pada guru dan pendidikan di Gorut. PGRI akan selalu berada di garis depan untuk memperjuangkan kesejahteraan guru,” tutupnya. (BYP)

















