Pressure.co.id, Tajuk – Dalam proses demokrasi, fakta adalah fondasi utama yang harus dijunjung tinggi. Sayangnya, sering kali narasi emosional digunakan untuk membentuk opini publik tanpa dasar yang jelas. Fenomena ini berpotensi menyesatkan dan memperkeruh suasana, terutama dalam konteks politik yang sensitif.
Dalam menghadapi isu yang berkembang, klarifikasi terbaik seharusnya mengandalkan bukti yang sahih, bukan sekadar opini yang dibangun untuk kepentingan tertentu. Masyarakat perlu didorong untuk bersikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika setiap pihak berpegang pada fakta dan tidak menjadikan propaganda sebagai alat utama dalam berpolitik. Dengan demikian, pemahaman yang jernih dan keputusan yang rasional dapat diambil demi kepentingan bersama. (GP)

















