Pressure.co.id, Gorontalo Utara, 15 Januari 2025 – Masalah Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) kembali menjadi sorotan, terutama terkait pengelolaan pendanaan yang terhambat akibat kebijakan yang dianggap kurang transparan. Dalam diskusi terbaru, Kades Cempaka Putih mengungkapkan kekhawatirannya terkait peran SISKEUDES yang kini dianggap sebagai faktor penentu utama dalam operasional keuangan desa.
“SISKEUDES ini persoalan, semua pendanaan muaranya ke situ. SISKEUDES saat ini bagai hukum tertinggi, kalau tidak ada SISKEUDES ya tidak jalan,” ujar Kades Cempaka Putih. Ia menyoroti betapa besar pengaruh sistem ini terhadap kelancaran administrasi keuangan desa, dan bagaimana keterlambatan atau permasalahan teknis dapat mengganggu seluruh aktivitas keuangan desa.
Menanggapi hal tersebut, aktivis Ghandi Akase menambahkan bahwa pemerintah daerah seharusnya memberikan penjelasan yang jelas kepada desa mengenai situasi yang terjadi. “Harusnya diperjelas ke desa oleh pemerintah daerah lewat surat atau instruksi, agar publik juga mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” imbuh Ghandi.
Ghandi menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan keuangan desa, terutama ketika menyangkut sistem yang menjadi pusat dari segala pendanaan. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah desa sangat diperlukan untuk menghindari kebingungan dan memastikan bahwa masyarakat memahami kondisi yang terjadi.
Diskusi ini mencerminkan adanya kebutuhan akan transparansi dan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan desa dalam pengelolaan SISKEUDES. Para pihak berharap bahwa dengan penjelasan yang lebih rinci dan komunikasi yang terbuka, permasalahan ini dapat diselesaikan sehingga tidak menghambat aktivitas keuangan desa yang sangat bergantung pada sistem ini. (***)

















