Pressure.co.id, Gorontalo Utara, 17 Januari 2025 – Polemik seputar Badan Usaha Milik Desa (BumDes) yang mati suri di Gorontalo Utara kembali mencuat setelah percakapan dalam grup WhatsApp ‘Kase Bae Gorut’ antara awak media dan Ketua Forum BumDesma Gorontalo Utara, Tutun Suaib, SH, CPLC. Dalam diskusi tersebut, Tutun mengungkapkan bahwa kondisi mati suri yang dialami sejumlah BumDes disebabkan oleh adanya oknum yang bertindak sebagai sutradara sekaligus pemain, sehingga pengurus BumDes hanya menjadi pajangan.
Salah satu anggota grup mengeluhkan bahwa dana hibah BumDes sering terlupakan seiring berjalannya waktu. Menanggapi hal tersebut, Tutun Suaib menegaskan, “Saya selaku Ketua Forum akan mendesak kepada semua Direktur BumDes apapun konsekuensi dan risikonya. Namanya uang negara wajib dikembalikan ke BumDes untuk dikelola dengan tujuan meningkatkan derajat ekonomi masyarakat.”
Ketika ditanya tentang dana hibah yang berpotensi gentayangan, Tutun memberikan jawaban tegas, “Ada yang gentayangan dan ada pula terlepas dari gentayangan.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa dana hibah yang tidak dikelola dengan baik akan menguap tanpa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Tutun menekankan pentingnya pengelolaan dana hibah secara transparan dan akuntabel untuk memastikan bahwa tujuan utama dari pendirian BumDes, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, dapat tercapai. Ia juga mendesak para kepala desa dan pengurus BumDes untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola dana publik.
Percakapan ini memperlihatkan keprihatinan terhadap potensi penyalahgunaan dana hibah yang bersumber dari Dana Desa, serta pentingnya pengawasan ketat dari pihak terkait. Forum BumDes Gorontalo Utara berkomitmen untuk terus mengawasi dan mendesak transparansi dalam pengelolaan dana hibah guna menghindari penyalahgunaan yang merugikan masyarakat. (BYP)

















