Pressure.co.id, Gorontalo Utara – Amin Suleman, Ketua Gerakan Aktivis Milenial Gorontalo yang juga merupakan warga Desa Monas, Kecamatan Monano, menyatakan dukungannya terhadap keputusan PUDAM Gorontalo Utara yang memutus aliran air di desa tersebut. Pemutusan ini dilakukan sebagai langkah tegas terhadap para pelanggan yang menunggak pembayaran sejak dua tahun terakhir.
Amin yang juga terlibat dalam upaya mediasi antara pihak PUDAM dan warga Desa Monas, menjelaskan bahwa tindakan pemutusan tersebut merupakan konsekuensi yang wajar, mengingat jumlah tunggakan yang semakin menumpuk. “Selama dua tahun terakhir, banyak warga yang tidak membayar tagihan air mereka. Hal ini tentu membuat operasional PUDAM terganggu. Jadi, saya rasa ini adalah langkah yang wajar untuk menjaga kelangsungan layanan,” ujar Amin Suleman saat diwawancarai pada Rabu (29/01/2025).
Amin juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang kewajiban mereka untuk membayar tagihan. “PUDAM memiliki biaya pemeliharaan yang besar, dan tanpa dukungan pembayaran yang lancar, fasilitas ini akan kesulitan bertahan. Masyarakat perlu menyadari bahwa kewajiban ini bukan hanya untuk kepentingan PUDAM, tetapi untuk keberlangsungan layanan air bagi kita semua,” lanjutnya.
Lebih jauh, Amin mengingatkan bahwa tidak ada yang dapat menjaga dan memelihara PUDAM selain masyarakat itu sendiri. “Kalau bukan kita yang memelihara PUDAM ini, siapa lagi yang akan melakukannya? Kita harus sadar bahwa infrastruktur seperti ini perlu dikelola dengan baik agar tidak terganggu,” tambahnya.
Dukungan Amin Suleman terhadap langkah tegas PUDAM Gorontalo Utara diharapkan bisa menjadi dorongan bagi warga Desa Monas untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran mereka. Hal ini juga menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga fasilitas umum yang krusial bagi kehidupan sehari-hari. (BYP)
