Pressure.co.id, Gorontalo – Ketua Umum Gerakan Aktivis Milenial (GAM) Provinsi Gorontalo, Amin Suleman, menghadapi ancaman serius setelah mengungkap dugaan sindikat penyelundupan batu hitam di Pelabuhan Anggrek. Ancaman yang diterima melalui pesan WhatsApp tersebut mengarah pada intimidasi pribadi, yang diduga bertujuan untuk menekan dan melemahkan perjuangan aktivis dalam mengawal kasus ini.
Amin Suleman sebelumnya mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan batu hitam dari Pelabuhan Anggrek menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, ia juga menyayangkan lemahnya pengawasan aparat penegak hukum di Gorontalo yang memungkinkan praktik ilegal ini terjadi sebelum akhirnya terbongkar di Jakarta.
Meski mendapat ancaman, Amin menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur dalam memperjuangkan keadilan dan mengawal proses hukum kasus ini. Ia menekankan bahwa ancaman yang diterimanya tidak akan menggoyahkan komitmennya untuk terus melakukan kontrol sosial serta mencegah praktik ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat dan merusak lingkungan, khususnya di Kabupaten Bone Bolango dan Gorontalo Utara.
“Jika dalam menyuarakan ketidakadilan saya harus menghadapi ancaman, maka atas nama rakyat, saya siap menghadapinya,” tegas Amin Suleman.
Lebih lanjut, Amin berencana melaporkan ancaman yang diterimanya ke pihak kepolisian dalam waktu dekat. Ia berharap aparat berwenang segera menindaklanjuti kasus ini, tidak hanya terkait penyelundupan batu hitam tetapi juga dalam melindungi para aktivis yang berjuang mengungkap praktik-praktik ilegal.
Kasus ini semakin menjadi sorotan publik, terutama terkait lemahnya pengawasan di Pelabuhan Anggrek yang diduga menjadi jalur utama penyelundupan barang ilegal. Masyarakat pun mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap mafia penyelundupan serta memastikan perlindungan bagi aktivis yang berani mengungkap kejahatan tersebut. (Rls/Red)
